Forum Peduli Pendidikan&Kesejahteraan Masyarakat

Just another WordPress.com weblog

Diskusi tentang Mulianya Kuli Panggul “Kuweh” (bahan baku genteng Soka-Kebumen).

Posted by fp2km pada September 1, 2009

Suara truk itu mengagetkan aku dimalam yang sudah larut ini…
Aku coba tengok keluar, ada apa gerangan disana….
Kaget&takjub, itu pertama terlahir dalam benaku sambil mengucap “Subhanallah”……….
Ternyata para “pekerja berat” dilingkungan per gentengan sedangi menjalankan aktivitas nya yang biasa dijalankan siang hari.
Ku coba dekati mereka sambil membawa sebungkus rokok, lalu terjadi perbincangan yang cukup menarik&penuh makna dengan suasana yang sangat kental.

Berikut petikan obrolan kami:
Aku: Pernaeh wengi2 lemburan Kang? (malam2 begini koq lemburan Kang?)
Kang: Iya kiye Mas (iya ini Mas)
Aku: Lha apa ora ngantuk? (apa enggak ngantuk?)
Kang: Ngantuk sih, tapi lha kepiye mening Mas. (Ngantuk sih, tapi bagaimana lagi Mas)
Aku: Lha apa ra bisa awan?(lha apa nggak bisa siang?)
Kang: Nek awan ngelak Mas, abot banget pisan, lha segawanan sekitar 30kg, bisa2 ra puasa Mas. (Klo siang haus banget Mas, berat pula, lha hampir 30kg sekali bawa, bisa2 nggak puasa Mas).
Aku: Subhanallah……….

Tiada kata yang bisa aku ucapkan lagi ketika mendengar alasan mereka, hatiku berkecamuk antara perasaan dan “kenyataan pahit” yang harus mereka jalani. Bagaimana tidak, mereka bekerja keras disaat yang lain tengah terlelap tidur. YAng paling membuat saya terharu adalah mereka rela menjalani ini hanya karena Allah semata, supaya tetap bisa menjalankan puasa dengan maksimal, selain sebagai usaha wajib mereka mencari nafkah lahir untuk keluarganya.

Do’a ku, semoga Allah SWT memberikan “kemuliaan” kepada mereka yang rela mengubah “kehidupannya” dari siang menjadi malam hari.

Sangidun Djoefri

Kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran.Kalau mereka tidak di tolong bagaimana “iman”,mereka bisa di “aman”kan, jangan sampai di tuker dengan “oman” ( padi ) terus pindah akidah. Tentu ini perlu di pikirkan kpd para “juragan genteng”, tingkatkan taraf hidup mereka , jangan juragannya saja yg kaya , jangan sampai upah mereka di bawah UMR……
28 Agustus jam 5:25
Navi Agustina
Navi Agustina

setuju pak sangidun, selain juragan genteng ada juga juragan keweh lo, hehe..alhamdulilah para juragan keweh sekarang rata2 udah bisa berangkat haji.
28 Agustus jam 5:29
Agus Indardjono
Agus Indardjono

setuju kang, tapi juragane dulure dewek. kepriye carane ngomongi ya ?..
28 Agustus jam 5:33
Navi Agustina
Navi Agustina

Agus : kebetulan kalo tanah sy gak proses sendiri, tapi beli di juragan keweh, jd tdk berhubungan langsung dg buruh, yg saya tahu gajinya cukup tinggi dibandingkan dg yg lain, krn pekerjaan agak berat. yg perlu dipikirkan disini mungkin bagaiman menciptakan teknologi yg lebih canggih untuk mengurangi beratnya pekerjaan mereka.
28 Agustus jam 5:38
Sangidun Djoefri
Sangidun Djoefri

@ Agus : Iya bener biyen juragan gendeng sepanjang jl Sokka ya dulurku kabeh anak putune H.Affandi ( Kaji Pandi) , nganggo merek dagang HPDI, ning siki kayane wis pada mbleret, siki sing maju kuwe mba Navi ( Masokka ).
@ Navi : Iya perlu tuh mba Navi , dulu aja pak H.Muctar (MT)
tahun 65 an udah datangin mesin dari Jerman, sekarang tinggal generasinya mba Navi pesen mesin ama BPPT.
28 Agustus jam 5:48
Navi Agustina
Navi Agustina

doa’in aja pak, kayaknya kok susah banget ya, kalo masih pake cr tradisional . kd2 sumber dayanya belum siap. misal pemakaian blower membantu memudahkan pembakaran, ada beberapa tenaga yg blm siap. mudah2 an segera deh pak.ada lebih 1000 pengrajin genteng di kebumen, yg dr perputarannya benar2 bisa membuka lap pekerjaan bg warga kebumen.sayang kalo salah satu andalan kebumen harus gulung tikar.ekonomi bisa tambah surut.
28 Agustus jam 6:04
Sangidun Djoefri
Sangidun Djoefri

Insya Alloh mba Navi sy ikut berdoa biar tambah maju. Karena sbg pengusaha yang amanah dpt ikut mengentaskan kemiskinan dengan mengurangi pengangguran, itulah salah satu dakwah bil hal, mereka juga akan ikut berdoa , doanya orang2 yg selama ini teraniaya karena fakir & miskin Insya Alloh tidak ada hijab/batas dengan ALLOH swt.Amien
28 Agustus jam 6:12
Agus Indardjono
Agus Indardjono

@SA , SD : suatu upaya dan pemikiran yg bagus. saya rasa pihak2 yg berkompeten ( pembina?) perlu turun tangan. dan yg penting lg bgmn keseimbangan lingkungan tetap terjaga. rumah tumpah darahku dikelilingi “paseran” (tempat main wkt kecil juga) dan jln depan rmh penghubung kebumen-petanahan jadi korban…tragis………..
28 Agustus jam 7:38
Teguh Harjanto
Teguh Harjanto

Subhanalloh. Cara cerdas biar ibadah tetap lancar. Mungkin yang perlu dipikirkan bersama, khususnya para pemegang amanah rakyat adalah menggeser industri genteng ke yang bernilai ekonomis lebih tinggi. Bisa juga lbh variatif bukan cuma genteng tradisional, keramik misalnya. Yg sederhana misalnya vas dan pot. Desainnya bisa aja kontemporer. Kalo perlu undang designer Bali. Kalo perlu Pemkab bikin SMK Grafika.
28 Agustus jam 10:13
Agus Huda Ali
Agus Huda Ali

@P.Sangidun: Saya sangat mengharapkan seperti itu&itupun harapan dari “mereka” yang memeras keringat. Sayangnya belum ada “aturan baku” yang diterbitkan oleh Pemda. Fungsi Pengawasan dari dinas tenaga kerja, sepertinyapun sangat lemah Pak. Organisasi buruh, sama sekali tidak meneyentuh mereka, boro2 asuransi nya.
Yang ada hanya harapan mereka kepada “juragan”, mereka akan harapan kesejahteraan nya.
28 Agustus jam 14:31
Agus Huda Ali
Agus Huda Ali

@Mb.Navi: Substansi disini sama antara jurgan kewh & juragan genteng Mbak. Walaupun tak berhubungan langsung, tapi kan tetep ada korelasinya to?he2…
28 Agustus jam 14:43
Agus Huda Ali
Agus Huda Ali

@H.Agus.I:Cara ngendikani, jare “qulill haqa walau kana muran” Mas…. kados niku nek?
Kita sebagai warga asli Pejagoan patut bangga dengan “kelebihan” kita yang mempunyai aset “berlian”. Akan tetapi, perhatian dan kepedulian dari sebagian pengusaha masih dikesampingkan.
28 Agustus jam 15:02
Agus Huda Ali
Agus Huda Ali

@Mas Teguh: Bagus banget idene njenengan Mas… Kayaknya kita juga mesti mikir 1000tahun kedepan, bahan baku pasti akan berkurang dari waktu ke waktu. SMK Grafika, kayaknya itu sangat diperlukan oleh warga Kebumen yang seang mulai mengalami masa “perkembangan”. Setidaknya kalau itu membutuhkan waktu lama, lebih dulu bisa “ditempelkan” dulu di SMK yang sudah ada
28 Agustus jam 15:13
Teguh Harjanto
Teguh Harjanto

Banyak industri rakyat yang perlu dibenahi. Kayaknya Pemkab, dunia usaha, LSM, tokoh masy perlu cancut taliwondo bahu membahu mengembangkan potensi besar di Kbm biar rakyat sejahtera. Lahan di pesisir ckp menjanjikan, lahan persawahan cukup bagus, lahan pegunungan bisa saja dioptimalkan. Tenaga kerja cukup. Perlu gandeng investor. Mmg perlu banyak inovasi dan terobosan.
28 Agustus jam 20:48
Agus Huda Ali
Agus Huda Ali

@MasTeguh: Sayangnya itu masih kurang begitu digalakan. Andaipun ada, tidak sedikit yang di “curi” oleh tangan2 jahil.
Lemahnya pengawasan&kesadaran, merupakan faktor yang paling mempengaruhi.
Banyak sektor riil yang “menggantung”, yang perlu penanganan yang sangat serius.
“Premanisme” juga menjadi faktor penghambatnya Mas
28 Agustus jam 22:02
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: